PEMUDA DAN POSTMODERNISME
Banyak pengamat sosial sepakat bahwa dunia Barat sedang mengalami pergeseran atau perubahan. Hal ini dapat dibuktikan dengan perubahan budaya yang berlawanan dengan ciri khas zaman modern, jikalau logika dan rasio yang tadinya mempengaruhi pikiran/pengetahuan manusia, maka saat ini pengalaman dan perasaan lah yang lebih mempengaruhi pikiran/pengetahuan mereka. Dari kalangan seniman sampai cendekiawan terjadi perubahan besar di dalam hal pemikiran dan cara pandang mereka. Suatu penggambaran pergeseran atau perubaan fenomena budaya dengan lingkup dan aspek yang luas.
Para ahli menganggap postmodernisme merupakan penolakan terhadap cara pikir orang modern, dengan kata lain ada banyak cara yang sah menuju pengetahuan selain rasio, termasuk emosi, dan intuisi. Di dalam hal menilai kebenaran, generasi postmodern memusatkan kepada “apa yang dianggap benar dalam komunitas tertentu,” mereka menegaskan kebenaran hanyalah aturan-aturan dasar demi kesejahteraan komunitas tempat kita berada. Dengan demikian masyarakat postmodern cenderung menjadi sebuah masyarakat yang komunal (tidak individual).
Perubahan zaman menuju era postmodernisme sadar atau tidak disadari sedang dirasakan semakin mempengaruhi kebudayaan kita saat ini, bukan saja di dunia Barat tetapi di dunia Asia bahkan di sebagian daerah di Indonesia sudah dapat diketemukan. Dalam hal ini generasi pemuda sasarannya, kaum muda yang masih bersemangat untuk berkembang, energic, kaya dalam inovasi, semakin terhanyut dengan pemikiran-pemikiran postmodernisme.
Saat ini menjadi pertanyaan yang dapat kita diskusikan adalah sbb;
1. Apa yang dimaksud dengan era Postmodernisme ? Apa ciri-ciri dari era/zaman ini?
2. Apa korelasi/hubungan antara era Postmodern dengan kehidupan kekristenan sampai saat ini ?
3. Bagaimana keberadaan generasi pemuda remaja di zaman Postmodernisme ditinjau dari sudut pandang nilai dan gaya hidup?
4. Bagaimana melakukan pelayanan yang efektif untuk mejangkau orang-orang muda di era Posmodern ini?
5. Kira-kira faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan untuk menciptakan pelayanan yang berhasil bagi kaum muda di era postmodernisme? Bagaimana Injil dapat menjangkau mereka? (Ditinjau dari sudut pandang Alkitabiah)
6. Mengapa di zaman Postmodernisme ini persekutuan kaum muda banyak ditinggalkan? Apa saja kendala atau alasan yang sering dihadapi oleh gereja-gereja di zaman ini?
Era postmodernisme yang sedang merebak pada zaman ini sesungguhnya memiliki pengaruh yang kuat terhadap cara nilai dan cara pandang di dalam pemikiran manusia, secara khusus generasi pemuda yang sedang berkembang secara aktif di dunianya. Jikalau kita tidak bisa menyikapinya dengan cermat maka kita akan tergilas dengan arus era postmodernisme yang banyak mengaburkan nilai-nilai iman kekristenan yang sejati. Kebenaran semakin ditinggalkan, Ibadah dan persekutuan semakin tidak diminati, hidup bergantung kepada kehendak diri yang serba bebas.
Maka dari itu sebagai orang-orang muda, kita harus mempersiapkan dan membekali diri kita dengan pengetahuan kebenaran Firman Tuhan yang baik. Setia di dalam mengikuti Ibadah dan persekutuan yang diatur oleh gereja, tekun di dalam membaca Kitab Suci dan memiliki waktu berdoa secara pribadi. Sebagai orang Kristen kita juga harus bersandar dan mengandalkan hanya kepada Tuhan yang tidak pernah berubah di setiap perubahan zaman. Allah yang Hidup, Allah yang berkuasa, Allah yang setia. Tuhan memberkati !
Selasa, 05 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar